Our Story

Tentang Kami

Smokol dalam bahasa Manado artinya makan tanggung yang dilakukan di antara waktu sarapan pagi dan makan siang. Istilah ini juga bisa diartikan sebagai “makan pagi” atau “sarapan”. Lebih dari sekadar makan, smokol juga mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan dalam budaya Minahasa.

Asal-usul sejarah kata smokol
Secara harfiah, istilah ini merupakan serapan dari kata bahasa Belanda, yaitu smokkelen, yang berarti ‘menyelundupkan’ atau ‘berdagang secara gelap’. Namun, kata ini diserap ke dalam bahasa Manado dengan arti yang berbeda dan disesuaikan dengan konteks budaya setempat. Berikut kemungkinan sejarahnya:
Adaptasi dari bahasa pekerja: Dahulu, para pekerja di Manado memiliki waktu istirahat sejenak untuk makan di antara waktu kerja yang panjang. Momen makan “curian” atau “selundupan” di sela-sela jam kerja ini kemudian diadopsi menjadi istilah smokol.Pengaruh budaya Eropa: Sebagian besar kosakata dalam bahasa Manado adalah serapan dari bahasa-bahasa Eropa, terutama Belanda dan Portugis, karena Manado pernah menjadi daerah jajahan. Seiring waktu, kata smokkelen disesuaikan lafalnya dan maknanya diubah menjadi konteks kebiasaan makan di pagi hari.
Makna kebersamaan: Lebih jauh, smokol berkembang menjadi ritual yang merefleksikan budaya Minahasa, yaitu mapalus (kebersamaan dan saling menopang). Sesi smokol sering kali menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, berbagi cerita, dan mempererat ikatan. Hal ini menunjukkan bahwa arti kata ini tidak hanya sebatas makanan, tetapi juga mencakup nilai-nilai sosial yang mendalam.

Copyright © 2026